Celik Jarak Diabaikan, Jubir COVID-19: Car Free Day Perlu Dievaluasi

VIVA   – Car Free Day hari ini kembali diberlakukan di sejumlah buku jalan di ibukota. Mengenai hal ini, Juru Bicara Gugus Perintah Percepatan Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, pelaksanaan car free day (CFD) yang dibuka kembali sebab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di dalam Minggu, 21 Juni 2020 kudu dievaluasi. Sebab, masyarakat masih melanyak protokol kesehatan.

“Kami melakukan pemantauan di beberapa wadah, seperti pelaksanaan car free day di Jakarta masih kita menentang beberapa masyarakat lupa bahwa physical distancing penting. Kami mohon ini buat menjadi evaluasi kita bersama, ” kata Yuri seperti disiarkan Youtube BNPB pada Minggu, 21 Juni 2020.

Baca Pula:   Satu Keluarga di Papua Meninggal Keracunan Asap Karbon Monoksida

Selain itu, Yuri juga melihat kurang bandar udara yang melakukan penerbangan hari ini, terutama yang mengarah ke Pulau Jawa seperti di Batam dan beberapa tempat lain juga demikian, masih mengabaikan physical distancing.

“Kita masih lihat penuh masyarakat yang belum tertib buat menjaga physical distancing , meskipun sebagian sudah saya lihat menggunakan masker. Tapi sekadar lagi, physical distancing sangat perlu, ” ujarnya.

Oleh sebab itu, Yuri mengatakan hal inilah yang harus menjadi perhatian bergabung. Sebab, pemerintah tidak mungkin secara parsial sepotong-sepotong melakukan pendekatan buat pengendalian penyakit corona ini.

“Maka, kudu dibutuhkan kerja bersama, terus-menerus tidak terhenti, semangat kita gotong royong menjadi penting untuk saling melindungi, saling menjaga agar penularan tersebut bisa dihentikan, ” jelas tempat.

Kunjungi kami di Pengeluaran HK

Benang Kusut PSSI dan Shin Tae-yong, Nama Luis Milla Ikut Dikenal

VIVA   –  ‘Rumah tangga’ PSSI saat ini sedang tak harmonis. Hal itu berawal dari pernyataan manajer pelatih Timnas Nusantara, Shin Tae-yong yang kontroversial.  

Pelatih asal Korea Selatan itu berkeluh-kesah dengan media-media setempat. Dia menyebut PSSI tidak konsisten   memegang janji buat memajukan sepakbola Indonesia. Hal tersebut dipicu karena banyaknya pergantian pejabatat dalam tubuh federasi.

Tae-yong juga heran setelah Pemimpin PSSI, Mochamad Iriawan mengangkat Alat Sjafri sebagai Direktur Teknik PSSI. Padahal, menurutnya Indra sebelumnya melaksanakan kesalahan saat Timnas U-19 TC di Thailand.  

Terkait pernyataan Tae-yong itu, PSSI buka suara. Melalaikan Direktur Teknik, Indra Sjafri, PSSI menyebut bahwa Tae-yong belakangan tersebut berlaku kurang etis.  

Baca Juga:   Kasus PSSI Memanas, Indra Sjafri: Shin Tae-yong Bohong

Hal itu tepatnya masa Tae-yong pulang ke Korsel April 2020 karena aktivitas sepakbola Indonesia ditangguhkan akibat pandemi virus Corona COVID-19. “Kita ini tadinya meluhurkan Shin, tapi lama-lama yang bersentuhan bersikap seenaknya sendiri, ” prawacana Indra, dikutip laman PSSI.

Lebih lanjut, Indra menilai Tae-yong bertingkah seperti ini kausa sudah tidak percaya diri lagi. Sebelumnya, Tae-yong percaya diri mampu membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF 2020 saat presentasi pra dikontrak PSSI.

Sebab itulah, PSSI memilih Tae-yong. Padahal, pada waktu yang bersamaan PSSI membuka pintu untuk pelatih pokok Spanyol, Luis Milla yang sebelumnya sempat menangani Timnas Indonesia U-23.

Dalam kesempatan tersebut, Milla tak seperti Tae-yong yang mampu menjamin memberikan gelar untuk Timnas Nusantara.

“Luis Milla, tidak bisa menjamin hal itu. Pembohong namanya kalau ada seorang guru bisa menjamin juara dalam sepakbola. Dia ini sebenarnya banyak keterangan saja, karena tak yakin bisa memenuhi target, ” tegas Alat

“PSSI ingin timnas senior Juara Piala AFF 2020, memperbaiki peringkat FIFA, serta Tim nasional U-19 berprestasi di Piala Negeri U-20 2021, ” jelasnya.

Baca Juga:

Shin Tae-yong Kritik PSSI, Bawa-bawa Ratu Tisha dan Indra Sjafri

Mantan Bek Persija Sentil Safee Sali Remehkan Sepakbola Indonesia

Merinding, Pemain Basket Amerika Menangis Bahagia Saat Masjid Dibuka

Cek info terbaru Keluaran SGP

Itu Tanda Terjebak dalam Hubungan Rebound, Sehatkah?

VIVA   –  Anda pasti kerap menemukan istilah ‘hubungan rebound’, tetapi pernahkah Anda bertanya-tanya apa faktual itu? Atau mengapa seseorang melakukan hubungan rebound? Ada begitu penuh cara untuk menjelaskan apa sesungguhnya hubungan rebound itu.

Rebound relationship dipahami sebagai hubungan yang dikerjakan dalam jangka pendek pascahubungan romantis berakhir. Rebound relationship dapat terjadi bila hubungan dijalin dengan orang baru sebelum perasaan pada mantan betul-betul hilang.
 
Maka buat Anda yang baru kandas lalu langsung menjalin hubungan sedang, bisa jadi hubungan barumu adalah rebound relationship.

Dilansir dari Times of India , hubungan rebound sering dianggap sebagai cara termudah untuk mengatasi rampung cinta, yang mungkin tidak disadari banyak orang adalah bahwa hubungan dengan pulih kembali dapat menyebabkan kandas hati yang mungkin tidak mampu diperbaiki.

Para ahli menyebutkan, hubungan rebound bisa sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh emosional kedua orang yang terlibat.  

“Mungkin mudah untuk mengatasi hubungan yang hancur dengan masuk ke dalam hubungan rebound dengan cepat. Sayangnya, banyak orang melakukannya bahkan tanpa menyadari bahwa itu tidak lain lantaran hubungan rebound. Sangat penting untuk seseorang untuk memberikan dirinya sendiri atau dirinya sendiri cukup periode untuk sembuh, mereka harus menduduki rasa sakit dari hubungan sebelumnya Sembuh. ”  

“Setiap kali seseorang mulai menyusun hubungan baru setelah putus, dia tidak boleh membawa barang oleh-oleh dari mantan. Namun, hubungan rebound terjadi terlalu cepat bagi seseorang untuk mengeluh atau melupakan hubungan masa lalu, ” kata Sweta Singh, Senior Psikologi Couselling.

Karena banyak orang masuk ke dalam ikatan rebound tanpa menyadarinya, berikut adalah beberapa tanda yang harus itu perhatikan agar mereka menghindari menghasilkan kesalahan dengan melakukan sesuatu yang mereka akan bertobat nanti.

Terlalu cepat melakukannya setelah putus

Jika masuk ke hubungan perdana tanpa memberi diri Anda pas waktu untuk menyembuhkan luka dari hubungan Anda sebelumnya, ada sedikit keraguan bahwa ini akan menjadi hubungan rebound.  

Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan ini — mengapa Anda memulai hubungan ini? Apakah karena mabuk atau hanya untuk melarikan diri sejak kenangan masa lalu yang menyakitkan? Jawab pertanyaan sederhana ini dengan jujur, ini akan membantu Anda sampai pada suatu kesimpulan.

Tidak merasa terhubung secara emosional dengan pasangan

Ini adalah salah satu tanda terbesar dari hubungan rebound. Kurangnya keintiman emosional antara kedua pasangan adalah indikasi bahwa mereka berada dalam suatu hubungan bukan karena cinta tetapi sebab alasan lain.  

Jadi, pertanyaan besarnya adalah dapatkah suatu hubungan bertahan tanpa nafsu dan keintiman emosional? Apakah saya benar-benar perlu memberi tahu Kamu jawabannya?
Anda sering berbicara tentang mantan Anda

Sering berbicara tentang mantan 

Ini ialah pertanda bahwa Anda masih merindukan mantan, dan ini pasti bukan berita baik jika Anda telah menjalin hubungan baru setelah tamat.

Jika Anda memperhatikan tanda-tanda ini, Anda perlu memikirkan hubungan baru tersebut dan bertanya pada diri sendiri apakah Anda sedang dalam hubungan yang segar kembali?  

Jika baru saja menjawab ya, Kamu perlu mencari bantuan atau setidaknya berbicara dengan pasangan saat tersebut sesegera mungkin.

Tentang Data SGP

PSSI akan Rapat Lagi dengan Persatuan Bahas 3 Opsi Kelanjutan Kompetisi

VIVA   – ? PSSI dalam waktu depan akan membahas sejumlah opsi dengan menyangkut kelanjutan kompetisi dengan klub-klub Liga 1 dan Liga dua. Terdapat tiga opsi yang pusat dipertimbangkan.

Rencananya, kerap bakal dihelat pada Selasa 2 Juni 2020. Rapat kembali digelar virtual lantaran masih dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Besok kami bakal rapat lagi untuk memberikan penjelasan dan sosialisasi tentang lanjutan kompetisi, ” kata Pelaksana Tugas Carik Jenderal PSSI, Yunus Nusi.

Dijelaskan Yunus, agenda ini diinisiasi berkat permintaan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Tujuannya, agar tak ada bagian yang dikecewakan terhadap pilihan-pilihan dengan ada terkait masa depan persaingan.

Sejauh ini, hangat ada tiga opsi utama yang hadir setelah PSSI melakukan kurang pertemuan sebelumnya.

Perdana, musim 2020 dilanjutkan. Kedua, musim dihentikan dan diadakan turnamen pengganti. Ketiga, musim 2020 dihentikan serta dimulai musim baru 2020-2021.

“Ketiganya butuh tanggapan dari klub, ” jelasnya.

Hingga saat tersebut, kompetisi Liga 1 dan Perserikatan 2 masih ditangguhkan atau pada masa force majeure hingga Juni mendatang. Keputusan itu berjalan semenjak Maret lalu.

Awalnya, induk sepakbola Indonesia itu melahirkan kalau kelanjutan kompetisi bergantung pada kebijakan pemerintah terkait status paham darurat pandemi virus corona COVID-19 yang berakhir pada 29 Mei 2020.

Namun, pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyatakan bahwa status tanda darurat bencana belum berakhir semasa Keputusan Presiden 12 Tahun 2020 masih berlaku.
Data HK

Dongeng Liverpool Jagokan ManCity Juara Gabungan Champions

VIVA   –  Bekas pemain Liverpool, Jamie Carragher ternyata menjagokan Manchester City di ajang Liga Champions musim 2019/2020. Apa alasannya?  

The Citizens di ajang Liga Champions memang punya kans untuk maju jauh. Buktinya dia mampu meredam Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.  

Hanya butuh hasil imbang untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Menurut Carragher hasil tersebut menjadi bukti jelas jika skuat asuhan Pep Guardiola bisa berbicara banyak di perlombaan bergengsi Eropa tersebut.  

Lebih lanjut, Carragher juga menilai calon-calon lawan ManCity serupa terbilang bisa diredam oleh gaya permainan impresif ManCity.  

“Saya memperhatikan jika tak ada tim di turnamen ini yang lebih baik dari ManCity. Tidak ada tim yang menyamai Liverpool dan Tottenham Hotspur, yaitu dua tim yang mengalahkan ManCity di dua musim terakhir, ” kata Carragher, seperti dilansir telegraph.  

“PSG, Barcelona dan juga Bayern Munich menjadi ancaman ManCity. Meski nantinya mereka bertemu PSG atau Barca, saya optimis pertandingan itu menguntungkan ManCity. Dua tim itu berbeda tipe dengan tim dengan mengalahkan ManCity di dua musim terakhir, ” lanjut dia.  

Seperti yang diketahui, The Citizens belum pernah menjagoi ajang Liga Champions. Prestasi ulung mereka adalah berada di semifinal musim 2015/2016 lalu.  

Baca juga:  

Tidak Tersedia Gunanya MU Rekrut Coutinho

Begini Kira-kira Liverpool Rayakan Gelar Juara Premier League?

Piala FA Bakal Dihelat Kembali pada 27 Juni?

DPR: Indonesia Belum Siap Berlakukan New Normal

VIVA   –  Anggota DPR MENODAI Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad, mengucapkan bahwa saat ini  Indonesia belum siap untuk memasuki kehidupan lazim yang baru atau new umum. Sebab masih belum terpenuhinya sejumlah syarat untuk memasuki hidup biasa yang baru, salah satunya yakni memadainya pelayanan kesehatan.

“Kemudian syarat new normal patuh pakar, kita tahu menurut pakar masih sangat jauh. Yang kita harapkan terakhir pelayanan kesehatan dengan tidak memadai, sehingga agak sulit kita kalau sekarang mau memaksakan new normal secara nasional untuk berlaku. Jadi kalau hanya untuk mementingkan bisnis, ini yang kita mau kembangkan maka tentu akan sulit, ” kata Kamrussamad, Jumat 29 Mei 2020.

Kamrussamad memaparkan, menurut beberapa lihai, Indonesia masih berada di batas merah atau masih belum mencapai puncak penyebaran virus COVID-19. Sedangkan, menurut ahli, new normal tersebut bisa diberlakukan ketika Indonesia sudah melewati fase puncak penularan COVID-19  dan tren-nya terus menurun.

“Sebelum ada COVID-19 kita berada di kesibukan normal lalu kemudian ketika tersedia COVID-19 kita menyebutnya ada coreng ke atas. Indonesia sekarang posisinya ada di sini titik abang di puncak dan Indonesia masih ada di titik ini & belum sampai puncak Bagaimana kita bisa normal. New Normal itu ketika sudah landai tetapi tak bisa sepenuhnya kita hilangkan sebab itu perlu ada penyesuaian kesibukan baru, ” ujar Kamrussamad.

Kamrussamad mengatakan, jangan sampai kurva penularan virus COVID-19 tersebut bergerak turun naik, atau serupa huruf M atau W. Kalau terjadi seperti itu, dikhawatirkan keyakinan dunia Internasional akan menurun terhadap Indonesia, karena dianggap tidak berpunya menangani COVID-19.

Sampai saat ini, menurut Kamrussamad, tak ada yang bisa menjamin kapan puncak COVID-19 itu dapat terlewati. Maka dari itu, Indonesia dinilai belum siap menerapkan new lazim secara nasional, namun jika dilakukan secara zonasi, masih bisa diberlakukan.

“Nah kita aja sekarang belum hadir puncak. Siapa yang bisa menjamin bahwa kita sudah memasuki Pucuk (Penularan corona)? kan tidak tersedia yang bisa menjamin. Ini dengan menjadi problem kita. Jadi aku tidak tahu basis-basis pengambilan kebijakan menteri perekonomian dan seluruh rangkaian kabinet terhadap rencana pemberlakuan new normal. Mudah-mudahan ini masih menjelma diskursus dan mendapatkan masukan dari banyak pakar dan ahli jadi bisa menyempurnakan kebijakan, ” ucap Kamrussamad.

Kamrussamad mengisbatkan new normal baru dapat diberlakukan apabila kurva penularan COVID-19  telah landai. “Kapan saatnya new lazim diberlakukan? Ya ketika kita sudah melewati Puncak dan betul-betul continue turun dan posisi sudah tidak ada lagi pasien baru ataupun transmisi baru sehingga betul-betul status pemulihan itulah yang disebut new normal, ” kata dia.

Baca juga:   Jejak Mengerikan Ruslan Buton, Pecatan TNI yang Minta Jokowi Mundur

Nusantara Bahas Blue Economy Pasca COVID-19

VIVA   –  Sejumlah negara termasuk Nusantara tengah melakukan berbagai kebijakan di dalam memulihkan perekonomian akibat pandemi COVID-19 atau Virus Corona, salah satunya dalam sektor Blue Economy (Ekonomi Biru).  

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Penyerasian Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin dalam acara International Maritime Webinar Series “Building Stronger Blue Economy After COVID-19 Pandemic” yang bekerja sama dengan CSIRO dan UN-ESCAP serta dihadiri bertambah 600 peserta dari berbagai negeri.  

“Jadi keadaan ini kita ada pertemuan terkait Blue Economy, di mana membahas bagaimana respons dan aksi per negara, apa yang mereka kerjakan terhadap pandemi COVID-19 ini menggunakan model Blue Economy. Kemudian hasilnya semua kita gabung dan ketahui bahwa COVID-19 berdampak luar natural terhadap sektor Blue Economy. Jadi perlu kerja sama mengurangi dan memperbaiki dampak tersebut, ” sekapur Deputi Safri dalam keterangannya, Kamis 28 Mei 2020.    

Buat Indonesia sendiri, Safri menjelaskan, pertama kali dilakukan dalam menghadapi COVID-19 adalah mengubah cara pandang serupa apa yang disampaikan Presiden Jokowi yakni hidup berdampingan dengan COVID-19.

“Setelah kita menghiraukan, kita pelajari bahwa kita hendak hidup berdampingan dengan COVID-19 di waktu yang cukup lama, oleh karena itu mau tidak mau kita harus menghadapi kenyataan ini. Cara bertemu kenyataan ini dengan kita tak harus bersembunyi, kita harus bertemu dan tentu secara bertahap kita akan terbuka dengan hal ini, ” ucapnya.

Khusus dalam Blue Economy seperti wisata bahari, perikanan dan makanan laut, pemakalah dari CSIRO, Andy Steven menjelaskan bahwa permasalahan yang sebanding dihadapi oleh Australia. Hingga era ini juga tengah berjuang memeriksa untuk memperbaiki sistem logistik serta kembali memperkuat pasar.

“Nah sekarang secara aktivitas ekonomi saat ini, pasar otomatis terbuka, kegiatan transportasi ulama. Kemudian kalau nanti mall ataupun restoran mulai buka, maka bahan-bahan baku seperti seafood akan bertambah. Ini akan memajukan pertumbuhan ekonomi, ” ujarnya.  

Sejalan dengan hal itu, Director Environment & Development, UN-ESCAP, Dr. Stefanos Fotiou menekankan bahwa kita harus siapkan semuanya ini, dan kita harus menerima kenyataan sekarang dengan tentu caranya yang berbeda, seperti kalau dulu kita bisa datang ke restoran beramai-ramai, buat sekarang kita batasi karena social distancing, dan itu akan menyelaraskan dan adaptasi akan hal tersebut. Demikian juga dikatakan bahwa pelestarian laut dan pengendalian perubahan kondisi tetap harus berjalan walaupun pandemi ini sedang terjadi.

Memang di satu sisi, lanjut Safri, COVID-19 menjadikan lingkungan lebih bagus, namun sayangnya membuat ekonomi tidak berjalan. Padahal jika membahas Blue Economy, maka baik dunia maupun ekonomi harus tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi banyak orang di semua lapisan.

“Jadi kalau cuma lingkungan yang jalan dan ekonomi tidak bermanfaat, maka Blue Economy belum jalan. Jadi ini sekarang dengan jalan apa kita menyeimbangkan situasi baru & dengan situasi ini kita bisa beradaptasi dengan COVID-19, tetapi ekonomi kita tetap berjalan dengan bagus, ” kata dia.

Adapun peran Kemenko Marves pada Blue Economy sendiri adalah sebagai leading sector sekaligus pembuat “big policy” sehingga semua saling bersinergi, dengan teknis di dalamnya ada Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Kementerian PUPR, Kementerian Dunia Hidup dan Kehutanan, Kementerian Wisata dan Ekonomi Kreatif serta Lembaga Koordinasi Penanaman Modal.

“Jadi kita semua harus ustaz, harus saling bersinergi. Dalam hal ini ada suatu pembangunan terus-menerus, programnya bertambah, penggunaan dan adaptasi teknologi termasuk dalam new energy menggunakan arus, solar, dan sebagainya, ” ucap Deputi Safri.  

Pertemuan internasional dengan virtual seperti ini rencananya bakal dilakukan secara reguler dengan mengangkat isu-isu terkini, ” tutup Andreas Hutahaean selaku koordinator pelaksanan webinar.

Baca juga:   Pandemi Corona Bikin Seleksi Calon Paskibraka Nasional Ditiadakan

Penjaga Tunggu Instruksi Gubernur soal Artikel New Normal di DKI

VIVA   –  Polda Metro Jaya masih menduduki instruksi dari Gubernur DKI Jakarta terkait wacana kebijakan new normal   dalam Ibu Kota. Karena itu belum memastikan jumlah lokasi dengan akan diamankan jika kebijakan itu jadi diambil nanti.

“Kita masih menunggu juga daripada pemprov, karena ketua gugus tugasnya adalah Pemprov DKI, ” sirih Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu 27 Mei 2020.

Sementara jumlah personel yang perlu disiapkan juga sampai saat ini masih tentatif. Jumlah itu juga bersandar dari lokasi-lokasi mana saja dengan akan diamankan nanti.

“Untuk awal selalu 3. 987 personel kepolisian. Terakhir kepolisian. Nanti TNI menyusul. Namun ini masih bisa lebih sedang, tergantung lokasi-lokasi mana yang bakal dibuka, ” ujar Yusri.

Meskipun memasuki era segar, namun protokol kesehatan juga tentu dianggap penting. Kepolisian akan menerapkan SOP kepada masyarakat yang menyalahi protokol kesehatan dengan cara persuasif atau humanis.

Tengah penerapan SOP itu juga masih menunggu keputusan dari pemerintah daerah DKI. Sehingga pengawasan new lazim akan disesuaikan dengan peraturan sebab gubernur nanti.

“Belum dibuka, nanti hendak mengikuti aturan pergub, ” ungkapnya.

Baca juga:   Jakarta Post Tanggapi Isu ‘Sayonara’

Pertama Menteri Irlandia Langgar Aturan Negeri saat Pandemi COVID-19

VIVA   –  Perdana Menteri Irlandia dituduh melanggar petunjuk negara tentang pembatasan jarak baik (sosial distancing). Leo Varadkar terlihat bertemu dengan mitranya Matthew Barrett di Phoenix Park di Dublin, padahal negaranya sedang menerapkan pemisahan di tengah pandemi COVID-19.

“Perdana menteri berada di Taman Phoenix bersama rekannya Matt dan dua temannya pada Minggu sore kemarin, dan sesuai dengan pedoman kesehatan masyarakat. Dia berada dalam jarak 5km dari Stewards Lodge, tempat dia tinggal selama masa darurat, ” kata seorang juru bicara, seperti dilansir The Sun, Selasa 26 Mei 2020.

PM Varadkar beruang di Stewards Lodge selama beberapa minggu terakhir, karena memiliki biro yang aman dan fasilitas sesuai konferensi video yang memungkinkannya buat bekerja dari rumah.

“Sama seperti PM sebelumnya, tempat membayar biaya untuk menggunakannya, ” ujar jubir tersebut.

Pembatasan COVID-19 di Irlandia menyusun bahwa hanya empat orang yang boleh tinggal dalam satu rumah dan hanya dapat bertemu pada luar ruangan sambil tetap beruang dalam jarak dua meter utama sama lain. Meskipun Varadkar mengindahkan aturan, beberapa warga di media sosial menudingnya melanggar pedoman jeda sosial.

“Haruskah @LeoVaradkar mengundurkan diri karena perilakunya dengan aneh di Taman Phoenix hari ini, ” tulis soerang pengguna Twitter.

“Benar-benar langka. @LeoVaradkar di taman umum hari ini melanggar dasar aturan jeda sosial, ” ujar pengguna Twitter lainnya.

Sejak kemarin terungkap tambahan empat orang pasien meninggal akivat  COVID-19 di Irlandia. Kementerian Kesehatan setempat juga sudah mengumumkan 57 kasus baru. Zaman ini ada total 1. 608 kematian terkait COVID-19 dan 24. 639 kasus yang dikonfirmasi pada Irlandia.

Baca serupa:   Arab Saudi Longgarkan Kaidah Pembatasan COVID-19 per 28 Mei 2020

Arsene Wenger Lebih Baik dari Pep Guardiola dan Jose Mourinho

VIVA   –  Cesc Fabregas berbicara mengenai pedoman Arsene Wenger dengan Pep Guardiola dan Jose Mourinho. Kali tersebut terkait dengan cara para organisator menangani pemain muda.

Fabregas yang di masa mudanya bermain untuk Arsenal mengatakan Wenger lebih baik ketimbang Guardiola & Mourinho. Juru taktik asal Prancis itu tahu benar cara memperlakukan pemain muda.

(Baca juga: Senangnya Wenger Liverpool Malang Samai Rekor ‘Invincibles’ Arsenal)

“Saya pikir Arsene adalah manajer terbaik untuk pemain muda, pasti. Saya tidak bisa melihat yang lebih tertib darinya, ” tutur Fabregas, era berbicara dalam channel Youtube, Rio Ferdinand.

“Dia mengajari pemian muda dengan perilaku serta cara bermain. Dia memiliki keterampilan tertentu, bagaimana menghabiskan waktu bergandengan pemain dan mengajarinya seperti dengan diinginkan tim, ” imbuhnya.

Bagi Fabregas, tentu tidak mudah bagi manajer untuk membentuk pemain muda. Apalagi seperti dia, yang ketika di usia 16 tahun sudah bisa tampil gemilang.

“Kadang seorang pemain muda tidak melakukannya dengan baik, terutama seperti saat ini, sepakbola tidak memiliki ketenangan, pers, dan juga penggemar mau menang. Tapi, Arsena punya kesabaran itu, ” tuturnya.

Cara Wenger mendekati pemain muda ini membuatnya nyaman. Secara perlahan bisa menemukan bentuk permainan unggul, dan tidak gemetar ketika berharta di bawah tekanan.