91, 1 Persen Warga DKI Jakarta Sembuh dari COVID-19

VIVA   –  Besar Bidang Pencegahan dan Pengendalian Keburukan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, jumlah kasus konfirmasi positif secara total pada Jakarta sampai hari ini sebesar 132. 961 kasus.

“Dari jumlah total kasus itu, total orang dinyatakan telah segar sebanyak 121. 082 dengan level kesembuhan 91, 1 persen, dan total 2. 614 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian dua persen, sedangkan tingkat kematian Nusantara sebesar 3, 2 persen, ” ujar Dwi di Jakarta, Jumat, 27 November 2020.

Dinkes DKI juga telah mengabulkan tes PCR sebanyak 14. 941 spesimen. Sebanyak 13. 081 karakter dites PCR hari ini buat mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1. 215 positif dan 11. 866 negatif.

“Namun, total penambahan kejadian positif sebanyak 1. 436 kejadian, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 221 kasus dari 1 sendi sakit  swasta dan 1 panti sakit  BUMN 7 hari final yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 151. 087. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 94. 583, ” terangnya.

Mengaji juga: Dipacari  WN Afrika, Perempuan Indonesia Ditipu Rp15, 8 Miliar

Adapun total kasus aktif di Jakarta naik sebanyak 624 kasus, sehingga total kasus aktif sampai hari tersebut sebanyak 9. 265 (orang yang masih dirawat/isolasi).  

Sementara itu, buat positivity rate atau persentase kasus tentu sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8, 1 persen.   Kemudian, persentase kasus positif secara total sebesar 8, 3 persen. WHO juga menetapkan standar persentase peristiwa positif tidak lebih dari 5 persen.

Pada penerapan kembali PSBB masa transisi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

Melalui JakCLM, asosiasi dapat mengetahui risiko COVID-19 beserta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki. Andil masyarakat dalam pengisian JakCLM sanggup membantu Pemprov DKI Jakarta buat melakukan pencegahan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.

Menggunakan Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan kedok dan pendataan buku tamu serupa akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya.

“Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam mematikan mata rantai penularan COVID-19, ” tuturnya.

Perlu diingat selalu untuk memperhatikan dan melaksanakan prinsip-prinsip ini dalam berkegiatan sehari-hari: tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak, selalu jalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Melindungi jarak aman 1, 5-2 meter, dan Mencuci tangan dengan bubuk dan air mengalir secara rutin.

Kepada seluruh kesibukan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50 persen  dan menjalankan protokol kesehatan dengan cermat dan ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan tumpuan karena terdampak pandemi COVID-19 di program Kolaborasi Sosial Berskala Gembung atau KSBB. (art)