Sekolah Boleh Dibuka Kembali, Mendikbud Tetapkan 6 Syarat Ini

VIVA   – Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengizinkan prakata sekolah mulai Januari 2021. Namun, bukan berarti sekolah tatap muka bisa dengan bebas dibuka begitu saja.

Mendikbud, Nadiem Makarim, menegaskan, pembelajaran tatap depan di semua sekolah hanya diperbolehkan jika sudah memenuhi daftar kontrol yang telah ditentukan.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Dibuka 2021, Doni Monardo: Tak Harus Serempak

Checklist itu tersedia enam. Satu, sanitasi dan kejernihan, yaitu toilet, sarana cuci lengah dan disinfektan. Dua adalah kanal pada fasilitas pelayanan kesehatan. Ke-3 adalah kesiapan menerapkan wajib kedok, ” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat, 20 November 2020.

Kemudian, poin keempat yaitu pengadaan thermo gun . Kelima, pemetaan masyarakat satuan pendidikan, di mana mereka harus mengetahui siapa yang memiliki komorbiditas, entah dari guru atau pun murid.

“Dan yang tidak memiliki akses transportasi yang aman, dan tentunya riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko COVID-19 yang tinggi, ” lanjut dia.

Yang terakhir atau keenam, adanya persetujuan komite sekolah & perwakilan orangtua. Tanpa persetujuan agen orangtua, Nadiem Makarim memastikan sekolah tersebut tidak diperkenankan untuk dibuka.

“Jadi, ini merupakan daftar periksa untuk memberikan kepastian bahwa sekolah itu boleh tatap muka kalau dia mau. Setelah itu jika itu sudah terpenuhi, baru kita masuk dalam adat yang baru. Jadinya pas tatap muka dilakukan, protokolnya bukan seperti sekolah normal, ” tutup Nadiem Makarim.