Update COVID-19 DKI 19 November: Level Kesembuhan 91 Persen

VIVA   –  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Aib, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan  jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 secara mutlak di Jakarta sampai hari tersebut, Kamis, 19 November 2020, sebanyak 123. 003 kasus.

“Dari jumlah total kasus itu, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 112. 833 dengan tingkat kesembuhan 91, 7%, dan total 2. 484 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2%. Namun tingkat kematian Indonesia sebesar 3, 4%, ” kata Dwi di Jakarta.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga telah melakukan tes PCR sebanyak 10. 017 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 8. 014 karakter dites PCR hari ini buat mendiagnosis kasus baru dengan buatan 917 positif dan 7. 097 negatif.

“Untuk rate tes PCR total bagi 1 juta penduduk sebanyak 139. 383. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 71. 302, ” terangnya.

Sedangkan  jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 286 urusan, sehingga jumlah kasus aktif datang hari ini sebanyak 7. 686 (orang yang masih dirawat / isolasi).   Untuk positivity rate ataupun persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8, 7%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8, 3%. WHO juga menetapkan standar persentase urusan positif tidak lebih dari 5%.  

Menyuarakan juga:   Acara Maulid Nabi, FPI Dapat Izin Gunakan Pekerjaan dari Sudinhub Jakpus

Pada penerapan kembali PSBB masa transisi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi bangsa yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI. Melalui JakCLM, masyarakat dapat keahlian risiko COVID-19 serta mendapatkan bermacam-macam rekomendasi kesehatan sesuai dengan efek yang dimiliki.

“Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta, ” katanya.

Melalui Satpol PP Daerah DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker, dan pendataan tampang tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya.

“Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai transmisi COVID-19, ” katanya.  

Maka, perlu diingat selalu untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip ini dalam berkegiatan sehari-hari; tetap tinggal di rumah dan tak keluar bila tidak ada tujuan mendesak, selalu jalankan 3M: menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak aman 1, 5 – dua meter, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan rutin.

Kemudian, seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi kudu dalam kapasitas maksimal 50% & menjalankan protokol kesehatan dengan saksama dan ingatkan sesama untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan tumpuan karena terdampak pandemi COVID-19 di program Kolaborasi Sosial Berskala Luhur atau KSBB. (ase)