Teristimewa, Rekaman Taylor Swift Dijual Tanpa Izin

VIVA   –  Taylor Swift mengungkapkan kejadian yang kurang menyenangkan terkait karyanya. Rekaman masternya yang dimiliki Scooter Braun dijual tanpa diketahui oleh  Taylor Swift.  

“Ini adalah kedua kalinya musik saya dijual tanpa sepengetahuan saya, ” kata Taylor Swift dalam pernyataannya yang dikutip lantaran deadline .

Taylor Swift mengaku Braun ingin Swift menandatangani perjanjian yang berisi tidak akan berbicara situasi negatif soal Braun.

Baca pula:   Penuh Makna Mendalam, Ini Lirik Lagu Exile Taylor Swift

Lalu Braun juga telah menjual rekaman tersebut ke perusahaan bernama Shamrock Holdings. Pihak Shamrock pernah menghubungi Swift terkait hal ini.

“Sesegera kami berkomunikasi dengan Shamrock, saya mengetahui bahwa di lembah perjanjian, Scooter Braun tetap mendapatkan keuntungan dari katalog musik periode saya selama bertahun-tahun mendatang, ” ujar Taylor Swift.

Swift berharap mampu bekerjasama dengan Shamrock Holdings tapi tidak dengan Braun. Dalam surat itu, Swift berterimakasih kepada penggemar yang terus mendukungnya sampai masa ini.

“Aku roman kalian dan aku akan langsung melaju, seperti yang mereka katakan, ” ujarnya.

Kabarnya Taylor Swift akan merekam ulang lagu-lagu lamanya. Hal itu karena berdasar kontrak dengan label pangkal yang menyatakan hak cipta berlaku selama 5 tahun.

Pada Juli 2019, Swift menyebut akuisisi Braun sebagai skenario terburuk. Pada November 2019, ketegangan antara Swift dan Braun meningkat sesudah eksekutif dan kepala Grup Etiket Besar Scott Borchetta mendesak penyanyi itu untuk tidak merekam ragam musik lamanya. Swift mengklaim kalau mantan labelnya berhutang hampir US$ 8juta dalam bentuk royalti dengan belum dibayar.

Baca juga:   Ada 16 Lagu di Album Baru Taylor Swift, Apa Saja?

Perselisihan tersebut kemudian mengundang reaksi dari musisi ternama. Halsey dan Selena Gomez termasuk diantara mereka yang berpihak pada Swift sementara musisi termasuk Justin Bieber mendukung Braun.