Jenderal Ohanyan Sekarat Kena Serangan Dahsyat Militer Azerbaijan

VIVA   –  Azerbaijan mengklaim, serangan ke kota Shushi telah membuat seorang perwira tinggi Tentara Armenia terluka parah. Korban luka parah yang dimaksud Azerbaijan ialah Kolonel Jenderal Seyran Ohanyan, mantan Menteri Pertahanan Armenia.

Pertempuran dahsyat antara pasukan Angkatan Bersenjata Armenia yang didukung tentara pengacau Pasukan Pertahanan Artsakh (Nagorno-Karabakh), melawan pasukan Angkatan Bersenjata Armenia, balik pecah di Shushi, Sabtu 7 November 2020. Serangan roket serta peluru artileri militer Azerbaijan diarahkan ke sejumlah titik di praja Shushi, yang merupakan wilayah perlu bagi Republik Nagorno-Karabakh.

Serangan itu diyakini Azerbaijan sudah membuat Ohanyan luka parah. Ohanyan sendiri adalah mantan Panglima Barisan Bersenjata Armenia, yang juga sudah menduduki posisi Menteri Pertahanan Republik Nagorno-Karabakh.

Akan tetapi, kabar yang disebar oleh Azerbaijan terkait jatuhnya Ohanyan sebagai korban luka dalam konflik dibantah oleh Armenia. Juru bicara Kepresidenan Republik Nagorno-Karabakh, Vahram Poghosyan, menuduh Azerbaijan menyebar berita bohong.

Menurut Poghosyan, Azerbaijan sengaja mempublikasikan informasi palsu mengenai Ohanyan. Karena, Ohayanyan adalah sosok di balik keberhasilan pasukan tentara Armenia dan Artsakh mempertahankan praja Shushi. Poghosyan memastikan, Ohanyan di keadaan sehat dan masih melaksanakan tugasnya dalam pertempuran.

“Tentu saja, musuh memiliki alasan dalam menyuarakannya. Karena, pelajaran rutin yang diterima dari Jenderal Ohanyan sangat meyakinkan dan saya tetap mereka akan mendapatkan lebih banyak. Karena dia (Ohanyan) selamat dan sehat, serta sepenuhnya melaksanakan perintah yang dipercayakan, ” ujar Poghosyan  dikutip VIVA Militer dari Armenpress .

Perang Armenia-Azerbaijan kembali meletus pada 27 September 2020 & berlangsung hingga hari ini. Akibat perang di Nagorno-Karabakh, ribuan awak militer Armenia dan Azerbaijan tewas dan terluka. Warga sipil selalu tak luput dari kecamuk konflik, dan diperkirakan sudah ratusan karakter yang mati selama lebih lantaran sebulan pertenpuran berlangsung.