Sah Berlaku, Tak Pakai Masker dalam Aceh Didenda Rp100 Ribu

VIVA – Plt Gubernur Aceh mengeluarkan Pergub Nomor 51 Tahun 2020 dengan mengatur soal sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan termasuk penggunaan kedok di Aceh. Salah satu sanksinya berupa denda Rp100 ribu untuk pelanggar.

Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Iswanto, mengutarakan Pergub tersebut juga mengatur sanksi bagi perorangan, para pelaku jalan, pengelola, penyelenggara atau penanggung berat tempat dan fasilitas umum yang tidak menjalankan kewajibannya terkait penegakan protokol kesehatan.

Baca juga: Di dalam Sepekan, Kasus Meninggal Akibat COVID-19 Naik 2, 2 Persen

Sanksi lainnya yang akan diberikan, berupa teguran lisan, teguran tertulis, sanksi baik, kerja sosial, denda administratif mematok penyitaan sementara Kartu Tanda Penduduk bagi pelanggar.

“Para pelanggar akan disanksi sesuai level pelanggaran. Seperti teguran lisan, hendak diberikan kepada pelanggaran pertama, teguran tertulis untuk pelanggaran kedua, ” kata Iswanto saat dikonfirmasi, Selasa, 15 September 2020.

Sementara sanksi sosial, kata Iswanto, berupa menyanyikan lagu nasional ataupun lagu daerah, membaca surat hina Alquran bagi muslim. Sedangkan sanksi kerja sosial dapat berupa menyapu fasilitas umum seperti menyapu pekerjaan atau memungut sampah.

Denda administratif dipakai untuk pelanggaran keempat berupa pembalasan denda administratif paling banyak 50 ribu untuk perorangan dan 100 ribu untuk para pelaku cara, pengelola, penyelenggara atau penanggung berat tempat dan fasilitas umum.

“Uang sanksi administratif nantinya akan masuk dalam kas wilayah atau kas kabupaten/kota, ” katanya.

Khusus bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penjamin jawab tempat dan fasilitas umum yang tidak menegakkan protokol kesehatan tubuh dapat dilakukan penghentian sementara operasional usaha hingga pencabutan izin daya.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, langsung menumpukan petugas gabungan untuk melakukan razia di jalanan dan pusat pesta, untuk memantau aktivitas warga yang melanggar protokol kesehatan.

“Sesuai hasil kesepakatan bersama Bungkus Kapolresta dan Dandim 0101/BS, tiba hari ini kita gelar razia sekaligus penerapan sanksi, ” sekapur Aminullah.

Mengenai aparat yang turun ke lapangan, terdiri dari Satpol PP/WH, Polisi, TNI, serta sejumlah unsur dinas terkait.

“Saat razia, sanksi langsung diterapkan di tempat, apakah denda atau kerja sosial buat memberi efek jera, ” katanya.

Saat ini secara kumulatif, kasus positif corona di Aceh meningkat drastis. Kini sudah mencapai 3. 031 kasus. Dengan rincian, 700 sembuh, 2227 dalam rawat di rumah sakit rujukan dan 104 meninggal dunia.