Bayern Munich Nekat Mainkan Strategi Berani Mati Lawan PSG

VIVA â€“ Pelatih Bayern Munich, Hansi Flick, enggan menerapkan strategi main aman di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain, Minggu 23 Agustus 2020 atau Senin dini hari WIB. Flick bakal setia memainkan aksi berani mati dalam partai final nanti.

Final kontra PSG tentunya akan berbeda bagi Bayern. Sebab, mereka harus berurusan dengan dua pemain depan paling berbahaya di Eropa pada musim 2019/20, Neymar dan Kylian Mbappe.

Salah sedikit, Bayern bisa habis. Sebab, strategi Bayern terlalu berisiko karena skema permainan agresif yang sudah menghasilkan 42 gol di musim ini, terlalu riskan lantaran garis pertahanan tinggi.

Lewat strategi itu, bukan tak mungkin Die Roten kewalahan saat menghadapi kecepatan Neymar dan Mbappe. Terlebih, ada Angel Di Maria yang mendukung kinerja mereka dengan umpan-umpan memanjakannya.

Namun, Flick tak peduli dengan ancaman tersebut. Berlaga di Estadio da Luz, Lisbon, Flick menegaskan Bayern tetap main dengan strategi berani mati yang selama ini dimainkannya.

“Saya rasa, itu jadi ciri khas kami dengan garis pertahanan tinggi. Lewat cara ini, kami tak memberi napas ke lawan. Tentu, di belakang, banyak ruang tercipta. Namun, penting bagi kami untuk menekan saat menguasai bola,” jelas Flick dilansir Goal International.

Flick mencontohkan bagaimana Bayern menerapkan strategi nekat itu dengan sempurna saat menghajar Olympique Lyon dan Barcelona. Menurut Flick, PSG tak berbeda dengan Barca dan mudah sekali dipukul lewat strategi tersebut.

Kuncinya, dilanjutkan Flick, Bayern harus jeli dalam memanfaatkan peluang dan membaca situasi dalam pertandingan.

“Penting bagi kami untuk menutup jalur umpan mereka dan tak membuka sedikit pun ruang. Kami tahu, PSG punya kecepatan luar biasa. Mereka merupakan tim dengan pemain yang hebat,” kata Flick.