Margo City Akui Terpukul Akibat COVID-19

VIVA – Manajemen memastikan sejumlah tenant lainnya di area mal Margo City tetap beroperasi dan hanya swalayan Giant yang ditutup selama 10 hari akibat beberapa pegawai terindikasi reaktif COVID-19.

Pantauan VIVA di lokasi, meski kasus tersebut menjadi sorotan, tapi nyatanya Margo City masih menjadi daya tarik masyarakat. Namun demikian, manajemen tak menampik jika informasi yang beredar saat ini telah memberikan efek negatif.

“Memang sejak dikomunikasikan bahwa ada indikasi satu karyawan Giant Margo City positif, terjadI penurunan traffic ke Margo City,” kata Marcom Manager Margo City, Reza Ardiananda, saat ditemui awak media pada Sabtu, 15 Agustus 2020.

Baca juga: Giant Margo City Tutup, 15 Karyawan Reaktif COVID-19

Tapi tentunya, lanjut Reza, pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut. “Hal ini sudah kami antisipasi, sudah kami duga juga dan saya rasa masyarakat sekitar sudah dapat menilai hal ini lebih dewasa,” ujarnya.

Reza menyebut bahwa di suatu tempat dalam kondisi yang tidak pernah dialami maka hal ini bisa saja terjadi.

“Tetapi semua kami serahkan kembali ke masyarakat. Kami sudah melakukan protokol kesehatan dengan baik, kami bisa pastikan bahwa Margo City saat ini dalam kondisi aman untuk konsumen,” tegasnya.

Ketika disinggung berapa jumlah pengunjung yang turun, Reza menilai angkanya tidak terlalu banyak.

“Tidak terlalu bnayak juga, sekitar 5 persenan. Itu mulai turun di tanggal kita posting sosmed, tanggal berapa ya, tapi kayaknya kita mulai merasakan penurunan itu di hari Rabu, Minggu ini.”

Atas dasar itulah, Reza menganggap pihaknya perlu melakukan klarifikasi.

“Kami merasa bahwa kami perlu lebih detail kepada masyarakat mengenai apa yang terjadi saat ini, sehingga untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada mereka jika mereka ingin datang kembali ke Margo City,” katanya.

Ia menambahkan Margo City akan selalu siap dan patuh dengan arahan gugus tugas. Termasuk jika nantinya harus ditutup secara keseluruhan.

“Intinya komitmen kami dari awal mengikuti arahan gugus tugas, jika memang itu (ditutup) adalah arahan dari mereka, ya demi keamanan dan kenyamanan bersama kami akan lakukan,” katanya.

Tindakan Margo City

Lebih lanjut Reza mengatakan selain memperketat pengawasan untuk pengunjung dan pegawai pihaknya juga kian gencar melakukan sterilisasi dengan menyemprot cairan disinfektan.

“Dan ini (sterilisasi) di luar tindakan tenant yang rutin dilakukan.”

Adapun upaya yang juga telah dilakukan pengelola Margo City untuk mencegah penyebaran COVID-19 yakni, menyediakan hand sanitizer sebanyak 30 unit yang diletakkan di sejumlah lokasi strategis.

Tiap lantai dipantau oleh petugas keamanan yang selalu mengingatkan agar pengunjung tetap jaga jarak dan menggunakan masker.

“Di area publik kami semua hand sanitizer tersedia banyak, staf sekuriti kami ada di setiap lantai mengingatkan semua konsumen jaga jarak, dan bila ada konsumen sudah jadi SOP mereka agar meminta pengunjung menjaga jaraknya masing-masing.”

Reza menegaskan pihaknya mengikuti anjuran pemerintah untuk mengurangi pengunjung mal dengan arahan 50 persen dari kapasitas yang ada.

“Walaupun dengan berat hati kami menolak banyak konsumen masuk mal, tapi itu kita lakukan demi keamanan mereka juga,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu tenant di pusat perbelanjaan Margo City yakni Giant, ditutup selama 10 hari ke depan. Kebijakan ini dilakukan setelah adanya temuan kasus COVID-19 di tempat tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, menuturkan keputusan itu merujuk kepada ketentuan Peraturan Wali Kota Depok Nomor 37 Tahun 2020 sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan Peraturan Wali Kota Depok Nomor 45 Tahun 2020.

“Pada hari ini telah dikeluarkan Surat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Nomor 8.02/143/GT/2020 Tanggal 14 Agustus 2020 Perihal Penutupan Sementara Giant Margo City,” katanya.

Dengan surat itu, maka untuk mencegah penularan kasus COVID-19 mulai tanggal 15 Agustus sampai dengan 25 Agustus 2020, Giant Margo City ditutup untuk sementara. Hal itu menyusul dari hasil rapid tes yang dilakukan terhadap 75 karyawan beberapa hari lalu.

Selama penutupan sementara, maka pengelola diminta untuk melaksanakan melakukan sejumlah langkah. Antara lain mitigasi di seluruh area Giant Margo City. Pengecekan kesehatan bagi seluruh karyawan, terutama bagi yang belum melakukan swab PCR.

“Melakukan isolasi mandiri bagi seluruh karyawan; dan Melaporkan setiap perkembangan penanganan kasus kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok,” katanya.

Dadang menyebutkan, dari hasil rapid 75 karyawan diketahui belasan reaktif. “Dari 75 orang yang rapid test, hasilnya 15 reaktif,” katanya.

Kasus ini bermula dari adanya satu karyawan yang dinyatakan terindikasi positif. Kemudian dilakukan tracing dengan siapa saja karyawan tersebut berinteraksi.

“Yang 75 discreening terlebih dahulu. Yang kontak erat dengan kasus positif ada 30 orang sehingga yang diswab hanya 30 saja. Sisanya dan pegawai pengganti dirapid test.”