10 Tenaga Medis di Puskesmas Sleman Tertular Virus Corona

VIVA – 10 orang tenaga medis yang berfungsi di Puskesmas Depok I, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, dinyatakan meyakinkan. Akibatnya, Puskesmas Depok I harus ditutup sementara selama 3 hari terhitung sejak Sabtu, 1 Agustus hingga Senin, 3 Agustus 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, menerangkan jika tenaga medis yang tertular di Puskesmas Depok di antaranya adalah dokter, perawat maupun bidan. Joko menuturkan penularan di Puskesmas Depok I bermula saat ada satu tenaga medis yang dinyatakan positif virus corona.

Baca juga: Dokter Spesialis Paru di Daerah Meninggal, Positif Corona

Kemudian dari ulangan swab yang dilakukan, diketahui tersedia 9 tenaga medis yang dinyatakan positif virus corona. 9 tenaga medis ini diumumkan positif virus corona pada Jumat, 31 Juli 2020, yang lalu.

Joko memaparkan saat ada utama tenaga medis dinyatakan positif, Puskesmas Depok I masih memberikan pelayanan kesehatan secara terbatas. Namun, usai ada tambahan 9 tenaga medis yang dinyatakan positif, pelayanan Puskesmas Depok I pun ditutup tatkala.

Penutupan, kata Joko, dilakukan untuk melakukan sterilisasi serta penyemprotan disinfektan ke Puskesmas Depok I. Selain itu pembersihan kelengkapan pun juga dilakukan di Puskesmas Depok I.

“Ketika yang positif cuma satu, kami belum menutup. Berarti, pelayanan terbatas. Itu karena nakes (lain) masih bisa bekerja memberikan pelayanan. Akan tetapi, setelah tersedia penularan kesembilan nakes. Ada pembela, ada bidan. Kemudian, kita putuskan untuk ditutup selama tiga hari, ” kata Joko, Senin, 3 Agustus 2020.

Joko menambahkan dari hasil tracing diperkirakan asal penularan bukan dari anak obat yang mendapatkan pelayanan di Puskesmas Depok I. Hingga saat tersebut, Dinas Kesehatan Sleman masih menelusuri awal mula penularan.

Joko mengungkapkan bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas Depok I akan kembali dibuka pada Selasa, 4 Agustus 2020.

“Besok pagi, mulai pelayanan terbatas yang dilayani tenaga kesehatan yang tak positif dan tidak kontak baik. Jadi masih sangat terbatas, ” kata Joko.