Pilkada 2020, 30 Persen Pemilik KTP Medan Tinggal di Luar Tanah air

VIVA   –  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan menyebutkan terdapat 30 persen penduduk yang secara tata laksana memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Kota Medan. Namun, tidak berdomisili atau tinggal di wilayah Tanah air Medan.

Hal itu, diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Praja Medan, Payung Harahap kepada wartawan di Kota Medan, Sabtu 24 Juli 2020. Ia mengatakan, hal tersebut perlu jadi catatan  biar proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih yang sedang berlangsung benar-benar dilakukan dengan maksimal sebab jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan.

“Ini penting untuk diperhatikan, karena susunan menyebutkan mereka tetap memiliki sah pilih pada Pilkada Medan 2020, ” ucap Payung didampingi Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Bahan Informasi M Taufiqqurahman Munthe.

Mengaji juga: Nasdem Ajukan Anak Dahlan Iskan di Pilkada Surabaya

Payung menjelaskan, pemangku pemilu memiliki kewajiban untuk lestari memfasilitasi seluruh penduduk yang dengan administrasi tercatat sebagai warga Praja Medan pada agenda Pilkada Medan 2020. Karenanya, harus dipastikan apakah orang-orang yang tercatat pada petunjuk sesuai KTP-nya di Medan itu benar masih ada atau tak.

“Minimal kami meminta berkomunikasilah dengan kepala lingkungan. Sebab ini juga kami kira hendak berkaitan dengan penegakan aturan tentang hak pilih masyarakat dalam pemilu, ” tutur Payung.

Payung menambahkan kalau Bawaslu memastikan mereka akan memperhatikan dengan maksimal proses coklit masukan pemilih yang saat ini cukup dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).  

Untuk diketahui, tahapan Pilkada Coklit saat ini sedang berlangsung di Kota Medan hingga 13 Agustus 2020 ini harus memastikan kalau coklit yang dilakukan benar-benar menghasilkan data yang mutakhir.

“Kita berharap benar-benar tahapan itu menghasilkan data yang benar-benar akurat dan sudah dimutakhirkan, ” membuka Payung.