Tidak Hanya Polisi, Oknum Jaksa Diduga Main Mata dengan Djoko Tjandra

VIVA   –  Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI),   Boyamin Saiman,   memaparkan adanya dugaan kalau bukan oknum polisi saja yang terlibat dalam kasus Djoko Tjandra.

Boyamin menduga, ada juga dugaan adanya oknum  jaksa yang terlibat dalam rangkaian ringkasan di kasus Djoko Tjandra itu.

“Ada peran-peran asing yang bukan di kepolisian saja, di oknum jaksa juga ada, ” kata Boyamin dalam acara Indonesia Lawyers Club di tvOne , Selasa 21 Juli 2020.

Bahkan,   Boyamin mengatakan, bila secara skenario, paket pengajuan serta pemulusan langkah Djoko Tjandra pada melakukan Peninjauan Kembali (PK) pada kasusnya di pengadilan  merupakan “paket komplet”  yang sudah sempurna sebab skemanya pun sudah tentu dipermudah.

“Jadi itu susunan PK, kalau tidak salah yang di hari Jumat  itu ada dugaan-dugaan dipermudah di pengadilan. Oleh karena itu komplet sudah, ” ujarnya.

Boyamin bahkan mengaku sudah melayangkan surat resmi dari pihaknya  kepada ketua pengadilan untuk menganjurkan diri sebagai sahabat keadilan  (amicus curiae) dalam  kasus Djoko Tjandra.

Dia menjelaskan bahwa sebenarnya menurut hukum,   Djoko Tjandra itu belum bisa mengajukan proses PK, karena sejumlah ketentuan yang berlaku terkait syarat & aturan yang membolehkannya sebagai seorang terpidana.

“Kemarin kami ke pengadilan, dan menyampaikan tulisan resmi kepada ketua pengadilan sebagai kuasanya sahabat keadilan  atau amicus curiae . Di situ saya memberikan dua pokok bahwa menurut pasal 263, untuk PK itu kan dia kudu terpidana, ” kata Boyamin.

“Ternyata dalam pengertian teman-teman di praktisi itu, dia (Djoko Tjandra) belum terpidana karena belum dieksekusi. Karena naik ke bab 1 ayat 23, terpidana adalah orang yang sudah dipidana. Tapi kan katanya dia belum mampu hak-hak untuk remisi jadi tempat belum terpidana, ” ujarnya. (art)

Baca pula: Penumpang TransJakarta Pingsan dan Meninggal Seketika di Halte Slipi