Yogyakarta, Tempat Lahirnya PSSI yang Terdepak dari Piala Dunia U-20

VIVA   –  Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan memastikan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta dicoret sebagai calon tuan vila Piala Dunia U-20 2021. Dia melakukan dua pergantian, satunya teristimewa adalah Stadion Pakansari, Cibinong.

Dua stadion tersebut awalnya masuk dalam proposal awal PSSI yang diajukan kepada FIFA jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Bersama dengan empat lainnya, Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Manahan (Solo), Stadion Vitalitas Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).

Namun, belakangan PSSI melakukan pergantian ke Stadion Si Jalak Harupat (Bandung) dan Stadion Jakabaring (Palembang). Kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mereka berkomitmen akan berupaya penuh kepada FIFA agar meloloskannya.

Iriawan berkata kepada jalan massa, alasan di balik pergantian Stadion Mandala Krida adalah ciri alam. Dia mengklaim FIFA tetap bertanya mengenai risiko gempa bumi yang disebabkan Gunung Merapi.

“Soal Mandala Krida kami sudah melihat. Beberapa kali FIFA menanyakan tentang erupsi atau vulkanik atau gunung merapi, ” kata pendahuluan Iriawan dalam konferensi pers dalam Kantor Kemenpora, pekan lalu.

“Itu yang menjadi rencana dari FIFA, kita tidak bisa menahan kapan gunung itu tak menyemburkan laharnya kan, jadi tersebut pertimbangannya, ” imbuhnya.

Ucapan Iriawan tersebut kemudian menjadi kontroversi. Karen sebagai besar masyarakat Yogyakarta menganggap alasannya terlalu mengada-ada.

Gubernur DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), Sri Sultan HB X pun berbicara. Menurutnya, jika memang Gunung Merapi berbahaya, sudah sejak lama bangsa meninggalkan Yogyakarta.

“Lha arep mindah Merapi, piye nak alasanne Merapi (Yah masa’ sedia memindahkan Gunung Merapi, kalau asas dicoret karena Merapi). Kalau memang berbahaya, rakyat Yogya kan telah pindah semua dari kemarin” ujar Sultan HB X.

Tersirat ada kekecewaan dari Sultan HB X atas keputusan PSSI. Karena sejak Stadion Mandala Krida masuk kandidat calon tuan sendi Piala Dunia U-20 2021, Pemda berjuang untuk melakukan renovasi. Apalagi,   ada catatan sejarah  Yogyakarta  sebagai  tempat lahirnya PSSI pada 19 April 1930.

“Kita sudah mencoba memperjuangkan dari kemarin. Kita juga sudah mengalokasi untuk memperbaiki stadion karena sedang ada kebutuhan yang belum (dipenuhi), seperti lampu, tempat duduk, harus kita lakukan, ” tuturnya.

Baca juga

Reaksi Sultan DIY soal Merapi Jadi Alasan Pencoretan Mandala Krida
Respons PSSI Usai Ditegur soal Anggaran Derma Timnas Indonesia
Hubungan Mesra Menpora dan PSSI, Jaminan Piala Dunia U-20 Sukses?