Makam Ratu Esther Dibakar di Kesempatan Ada Gambar Jenderal Soleimani

VIVA   – Israel dan Suku Yahudi seluruh dunia marah tumbuh, penyebabnya situs bersejarah makam Istri raja Esther dan Mordhecai yang terletak di wilayah Hamdan, Iran, sudah diserang dan dibakar.

Area pemakaman ratu yang populer kecantikannya itu dilaporkan diserang serta dibakar oleh kelompok misterius semenjak Jumat 15 Mei 2020, tapi baru diketahui sehari kemudian.

Menurut laporan timesofisrael Minggu 17 Mei 2020 seperti dikutip VIVA Militer, situs makam permaisuri dari Raja Persia Ahasuerus mengarungi kerusakan hanya saja tidak parah.

Serangan itu terjadi sehari setelah keterangan ke-72 berdirinya Negara Israel & ditandai sebagai Hari Nakba, ataupun hari malapetaka.

Besar kantor warisan budaya dan pariwisata provinsi Hamedan, Ali Malmir, mengucapkan hanya kerusakan kecil yang disebabkan oleh kebakaran itu, beberapa kabel dan karpet di bangunan tepi dibakar tetapi kuil itu tunggal tampaknya tidak tersentuh oleh sinar.

Malmir mengatakan pengkajian atas insiden itu sedang berlangsung. Dia mengatakan pekerjaan pemulihan untuk memperbaiki kerusakan akan dimulai minggu ini.

Raz Zimmt, seorang analis veteran Iran pada Institut Studi Keamanan Nasional Universitas Tel Aviv, mengatakan bahwa foto-foto baru-baru ini dari pintu luar sarana itu memperlihatkan dua lembar grafiti, satu menunjukkan komandan terkemuka Iran Qassem Soleimani yang terbunuh sebab serangan Amerika dengan tulisan “Balas dendam parah” dan yang lain menunjukkan kepala kelompok teror Hizbullah Hassan Nasrallah dengan tulisan “Janji yang terpenuhi. ”

Situs pemakaman Esther dan Mordechai adalah masalah sensitif di Iran kontemporer, sebab rezim Islamis sering menekankan bahwa itu menarik perbedaan antara Yahudi dan Zionis dan telah berkomitmen untuk melindungi komunitas Yahudi lokal, sinagoge dan situs suci yang lain.

Di sisi lain, kekuatan yang lebih radikal di Iran, termasuk anggota parlemen kadar keras, melihat kuburan sebagai posisi yang memuliakan kisah Purim yang oleh beberapa ekstremis disebut jadi “Pembantaian Iran” dan telah periode mengancam untuk menghancurkannya.

Belum lama, politisi lokal bersumpah buat merobohkan kuil dan mengubahnya menjelma konsulat Palestina, jika Israel melanjutkan rencananya untuk mencaplok sebagian mulia Tepi Barat.